:::: MENU ::::
  • Suitable for all screen sizes

  • Easy to Customize

  • Customizable fonts.

Tampilkan postingan dengan label kursus komputer jakarta timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kursus komputer jakarta timur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

KURSUS KOMPUTER

Koneksi internet kabel adalah jenis yang memanfaatkan media kabel sebagai penghantarnya. koneksi jenis ini juga beragam,baik dari segi biaya maupun kecepatannya.berikut jenis internet yang menggunakan media kabel.

Dial-up

merupakan koneksi internet yang memanfaatkan jalur telpon(telpon rumah), dengan cara menghubungi nomor telpon khusus agar bisa digunakan untuk internet. koneksi dial-up memang jauh lebih lambat dibandingkan dengan koneksi internet lainnya,kecepatan maksimum yang didapat hanya sekitar 56kbps,kecepatan tersebut bahkan bisa lebih parah pada kondisi-kondisi tertentu,seperti pda siang hari dimana traffic penggunaan telpon sedang meningkat. selain itu, biaya koneksinya juga masih relatif mahal (10x10=cpe dech).

ADSL

ADSL (Asymmetric Digital Subcriber Line) merupakan koneksi internet broadband yang cepat dibandingkan dengan koneksi dial-up.GPRS,atau CDMA. ADSL/DSL memiliki kecepatan transfer besar karena menggunakan jalur pita yang lebar.

Teknologi ADSL memberikan kecepatan transfer data yang berbeda antara proses pengiriman data (uploud)

Anda tidak perlu memiliki aplikasi untuk kabel. Layanan ini juga menggunakan koneksi broadband dan lebih cepat dari dial-up dan DSL; namun layanan ini bisa digunakan jika di wilayah anda sudah terpasang jaringan kabel TV.Satelit: Koneksi satelit juga menggunakan broadband dan tidak perlu kabel atau saluran telepon; namun melalui satelit yang mengorbit bumi. Dengan demikian, layanan ini dapat digunakan hampir di mana saja dapat dilakukan oleh kondisi cuaca. Koneksi DSL lebih dulu.3G dan 4G: layanan 3G dan 4G ini sangat sering digunakan di ponsel yang terhubung secara. Namun, jenis layanan ini tidak secepat DSL atau kabel. Penyedia layanan ini juga jumlah pemakaian pemakaian data yang digunakan setiap bulan, yang berbeda dengan sebagian besar layanan broadband.


Pilihan penyedia layanan internet

Sekarang Anda sudah mengetahui tentang berbagai jenis layanan internet dan Anda dapat kembali layanan-layanan mana yang disediakan oleh penyedia ISP di wilayah Anda. Jika Anda kesulitan memulainya, rasakan Anda bertanya kepada teman-teman, anggota keluarga, dan tetangga Anda tentang ISP yang mereka gunakan. Hal ini biasanya akan memberi anda saran layanan internet yang tersedia di wilayah anda.
Kebanyakan ISP menawarkan beberapa macam layanan internet yang kecepatannya di dalam Mbps (singkatan dari megabit per detik). Jika anda ingin menggunakan internet untuk akses email dan jejaring sosial, maka kecepatan koneksi sekitar 2 sampai 5 Mbps sudah cukup. Jika Anda ingin mengunduh musik atau streaming video, maka Anda menggunakan koneksi internet yang lebih cepat (minimal 5 Mbps atau lebih tinggi).
Selain kecepatan, Anda juga mempertimbangkan beberapa faktor lainnya seperti biaya instalasi dan biaya bulanan. Pada umumnya, semakin cepat koneksi internet maka semakin mahal biayanya.

Meski layanan dial - up sudah cukup lambat, sebagian besar ISP telah meningkat biaya layanan dial - up sama dengan layanan broadband. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong pengguna. Kami tidak layanan layanan dial-up kecuali layanan itu satu-satunya yang tersedia di wilayah anda.

Sumber : https://googleschoolindonesia.com/kursus-jaringan-komputer-bekasi

Kamis, 01 Maret 2018

kursus komputer
Image result for menguji koneksi ke web server dan ftp serverKita sekarang siap untuk melakukan pengUJian terhadap koneksi. Browser Internet Explorer 8.0 dapat mengakses baik Web maupun situs FTP. Perbedaannya pada contoh kita sekarang ini adalah Anda akan menggunakan http:// untuk situs Web dan ftp:// untuk situs FTP, Anda juga akan melihat di panduan di bawah ini bagaimana mengonfigurasi situs FTP agar menerima upload dari user eksternal. 
 langkah-langkah berikut untuk menquji Web dan Server La 

publishing Rules: 

1.Langkah pertama yaltu pada klien eksternal Windows 2000, adalah mengonfigurasi sebuah entri file HOST sehingga klien tersebut akan meresolve nama zeus.audi.comdari alamat eksternal firewall ISA Server 2004. 

2. Klik Start dan Run. Di kotak dialog Run, masukkan notepad di kotak teks Open, dan klik OK. 

3_ Klik menu File dan Open. Di gkotatk dialog Open, masukkan c:\windows\system32\drivers\etc\hosts di kotak teks File name, dan klik Open. A i ‘ 

4, Tambahkan barisberikutkefile HOST:
194.168..170 zeusaudicom: 

Tekan ENTER pada ujung baris sehingga titik tunjuk berada di baris berikutnya. Klik File kemudian klik Exit Di kotak dialog Notepad, klik Yes untuk! menyimpan perubahan perubahan. 

5. Sekarang dari perangkat atau mesin‘klienweksternal, buka Internet Explorer dan masukkan httez/ zeus.audi.com ke bar Address. Tekan ENTER ; Halaman Web default untuk situs akan muncul. 

6. Di Internet Explorer, masukkan ftn: /zeus.audi.com di bar Address,dan tekan ENTER. Anda akan melihat isi dari situs FTP . Secara default, Anda hanya akan bisa men-download file dari situs tersebut. 

7. Jika Anda ingin meng-upload file ke situs tersebut , kembali ke konsol manajemen Microsoft Internet Security and Acceleration Server 2004 dan klik kanan aturan publikasi Perimeter FTP Server dan klik kanan Configure FTP. 

8. Di kotak dialog Configures FTP protocol policy, hilangkan tanda cek dari kotak cek Read Only. Klik Apply dan OK. 

9. Klik Apply untuk menyimpan perubahan dan mengupdate kebijakan firewall. 

10. Klik OK di kotak dialog Apply New Configuration.















kursus komputer

Hasil gambar untuk contoh gambar e-learningDalam dunia pendidikan, penggunaan teknologi dalam pendidikan merupakan bagian dari teknologi pendidikan‘ Penggunaan teknologi dalam pendidikan yang sudah dikenal dalam dunia pendidikan antara lain penggunaan alat-alat bantu belajar (slide, OHP, LCD projector), penggunaan komputer (computer assisted), dan penggunaan alat-alat laboratorium, Sejalan dengan berkembangnya inovasi bidang teknologi komputer yang terakses ke internet pada awal dekade 90-an maka sumber-sumber belajar atau pengetahuan menjadi sangat mudah untuk diperoleh. 

lnovasi ini mengubah paradigma pendidikan dari perolehan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang konstan setelah selesai mengikuti pendidikan, menjadi paradigma pengetahuan dan keterampilan yang selalu dapat diperbaharui dalam waktu singkat. Masyarakat, perusahaan, atau negara-negara yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mengkreasi serta menyebarkan pengetahuan secara eflsien akan memperoleh kesempatan pertama dalam hal keberhasilan persaingan global yang tengah terjadi saat ini (Cisco, 2001). Departemen Pendidikan Amerika Serikat sejak tahun 1996 telah mencanangkan program “Getting America ’s Students Ready for the 21"" Century .' Meeting the Technology Literacy Challenge” (Office of Educational Technology, 2001). Program lni menggambarkan visi penggunaan teknologi yang ef'lsien dari jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam rangka mempersiapkan generasi mendatang menjadi generasi yang dapat menjawab tantangan persaingan perekonomian dunia. Persoalannya adalah bagaimana memperoleh informasi melalui internet tersebut secara tepat dalam pengertian memperoleh informasi apa yang diperlukan (efektt'f) dan lnformasi tersebut diperoleh dengan biaya murah (efisien).
Kemampuan akses ke internet tidak hanya didasarkan kepada kemampuan memiliki komputer yang dapat memasukl jaringan internet, melainkan juga dibutuhkan keterampllan menjelajah Aunia maya tersebut dalam rangka memperoleh informasi yang dibutuhkan. Jika seseorang memerlukan informasi tertentu dan ia mencoba mencari informasi tersebut dalam internet, maka la akan dihadapkan pada lebih kurang lima milyar situs informasi (Robinson, 2001). Apabila tidak memiliki keterampilan menjelajah internet maka ia akan mengeluarkan dana yang cukup besar dan waktu yang lama untuk memperoleh situs informasi yang dibutuhkan tersebut. Pada posisi inilah e« learning berfungsi mendekatkan seseorang dengan sumber informasi yang diperlukannya. 

Electronic learning (E-learning) adalah kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang tersambungkan ke internet di mana peserta belajar berupaya memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya (Dong, 2001). Berdasarkan deflnisi di atas, kegiatan belajar melalui e-learning tidak dapat disamakan dengan kegiatan belajar konvensional di ruang kelas, sebab kata asynchronous merujuk kepada pemisahan flSlk yang tidak dibatasi balk oleh waktu maupun tempat. Kegiatan belajar berbasis komputer (computer assisted) atau pelatihan jarak jauh (telecourses) yang menggunakan bentuk synchronous tidak dapat dikategorikan ke dalam e-learning sebab keduanya memerlukan kehadiran peserta belajar dalam waktu bersamaan atau pada suatu tempat tertentu. Secara fllosofls, dapat dijelaskan : 

' E-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, 

pendidikan, pelatihan secara online; 

' E-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi; 

E-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan konten dan pengembangan teknologi pendidikan; 
 Kapasitas siswa amat bervariasi tergantung kepada bentuk komen dan alat penyampaiannya. Makin baik keselarasan antara konten dan alat penyampaian dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberikan hasil yang lebih baik (Cisco, 2001).

Di sini terlihat bahwa e-learning merupakan kombinasi antara informasi, komunikasi, pendidikan yang merupakan elemen inti dalam strategi mencapai keberhasilan. Dalam hal ini e-learning tidak identik dengan e-training, sebab e-learning menyangkut solusi terhadap tantangan pembaharuan (updates) sedangkan e~ training adalah pelatihan yang dilakukan melalui komputer berbasis internet dengan teknik synchronous. Di dalam elearning siswa mempunyai pilihan untuk menetapkan konten (collaborative solution) dan kecepatan (self pace).

Di dalam internet terdapat bermilyar-milyar situs (website) dan situs inilah yang merupakan sumber informasi tidak terbatas, sebab setiap saat jumlah situs ini akan terus bertambah seiring dengan terjadinya pembaharuan sehingga seringkali kita mendengar ungkapan masa sekarang adalah jaman atau masa informasi. Web atau juga disebut dengan World Wide Web (WWW) terbentuk dari milyaran website yang berisikan sejumlah informasi dari satu situs dan terhubung (link) dengan informasi lain dari situs yang berbeda. Fungsi link inilah yang menyebabkan seseorang mudah memperoleh informasi yang dibutuhkannya dalam waktu relatif singkat. Bagaimana seseorang dapat mencari dan menemukan informasi yang diperlukan dari sedemikian banyak sumber informasi dengan cara tepat yakni efektif dan eflsien merupakan inti dari elearning.

Dalam posisi ini, e-learning adalah menggunakan teknologi internet sebagai sumber informasi. Apabila siswa telah mengetahui alamat situs yang diinginkan, maka ha] tersebut menjadi amat mudah untuk diakses, sebab pengguna hanya perlu mengisikan alamat situs tersebut dalam browser yang digunakannya. Persoalan akan muncui apabila siswa tidak mengetahui alamat situs, tetapi hal ini bukan berarti tidak ada pemecahannya. Salah satu solusi termudah untuk mengatasi masaiah tersebut adalah melalui cara mencari situs berisikan informasi yang diperiukan dengan menggunakan mesin pencari (search engine). Search engine inilah yang akan membanw siswa menemukan situs yang berkaitan dengan informasi yang diperlukan, sebab dalam search engine dapat ditemukan klasifikasi situs yang teiah dihimpun oleh search engine tersebut, sehingga siswa dapat menelusuri informasi yang dicari berdasarkan klasiflkasinya. Persoalan berikutnya adalah apabila informasi telah ditemukan dan disajikan oleh search engine, maka siswa akan dihadapkan pada sejumlah besar situs yang memuat informasi tersebut. Di sinilah dibutuhkan kepiawaian siswa untuk memilih dan menetapkan situs yang akan dibuka untuk memperoleh informasi yang diperlukan, sebab akan terjadi pemborosan baik waktu maupun dana apabila siswa membuka setiap situs yang disajikan oleh search engine.










A call-to-action text Contact us